Mcmillan80hardin's website

Our website

22
Ma
Belajar Melakukan Prediksi di Dalam Pertandingan Bola
22.03.2017 00:11

Ketika menonton pertentangan sepakbola di layar muka kita sering disajikan kesibukan tebak skor yang dijalani para pakar. Walau memukau, saya tidak percaya tumbuk skor adalah sesuatu yang seharusnya dijalani.

Kalau selevel[cak] untuk fun and games bolehlah, namun tentu gak perlu dianggap serius karena tidak ada rendah logika yang cukup untuk menebak skor akhir satu buah pertandingan.

Tidak sama dengan menebak siapa tim yang akan menang -- atau bahwa pertandingan mau berakhir dengan seri. Mereka seperti itu rutin saja dikerjakan, walau di dalam akhirnya bola itu buntar sehingga pemimpin pun sering kali salah diprediksi. Mengapa? Karena tersedia tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui vokal ini saya akan dukung beberapa tips membuat bayangan yang masuk. Bukan berarti saya terus-menerus benar dalam memprediksi 1 buah pertandingan. Tentu saja tidak, meski pun dengan sekutil berbangga (sediiiikit saja) abdi memiliki rekor kebenaran dugaan yang cukup tinggi: pada umumnya 3 dari 4 perkiraan saya sesuai kenyataan.

2 bulan sebelum terjadi, aku memprediksi mau terjadi All German final di Persatuan Champions. Di final, dikategorikan di depan ribuan warga Surabaya yang menyesaki sebuah programa nonton membarengkan, saya meneka Bayern Munich akan menundukkan Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben guna penentu penguasaan. Sebelum tersebut saya juga meyakini jika Atletico Madrid akan menjuarai Copa Del Rey. Final, saya mengibaratkan Belanda bakal mengalahkan Nusantara dengan skor 3-0.

Yang ingin beta tekankan di sini adalah; dugaan bisa betul bisa khilaf, tapi yang penting satu buah prediksi telak harus memiliki dasar pikiran atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, sebuah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, satu keberuntungan semata.

Dengan analisa yang resmi maka segmen keberuntungan makin kecil. Siapa pemenangnya tetap saja tidak mampu diprediksi secara 100%, makin prediksi mengenai skor simpulan. Akan tetapi, presentase kemungkinan ketelitian prediksi merabung tajam.

Abdi ajak Kamu untuk menyelidiki beberapa dugaan terakhir saya guna menjabarkan beberapa sendi penting yang saya yakin akan produktif bagi Dikau saat mengetes memprediksi pertentangan.

Di antara perkiraan yang hamba sebut di atas, kejituan soal Atletico saya akui beruntung [karena depakan Real Madrid berkali-kali menyerempet mistar tiang Atletico]. Walau demikian tersedia logika pada belakang antisipasi tersebut: Atletico juara walau Real Madrid jauh lebih berkualitas. Syarat masa mengutuskan ketidakrukunan pemain Madrid secara pelatihnya, Jose Mourinho, dan bahkan ketidakrukunan di antara tokoh sendiri.

Dari media asing saya menerima kabar jika Ronaldo & Mourinho pun tidak akur (berita mengenai hal itu baru merembes di Nusantara beberapa zaman lalu). Serupa pelatih abdi paham benar arti kesentosaan tim di dalam dan pada luar tanah lapang dan dampaknya bagi prestasi tim. Hal ini ditambah faktor Falcao yang sedang on fire, yang menghasilkan saya degil memilih Atletico sebagai pemenang.

Tips perkiraan 1: Pertimbangkan suasana dalam tim, bahkan saat satu turnamen berlanjur di mana pemain pantas terus bertepatan tanpa bisa menghindari rekan-rekannya.

Tip bayangan 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung / saat pertandingan cup, kemonceran striker demikian menentukan. Tatkala pertandingan liga kualitas jangka panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta semua elemen menjulang lainnya. Saat laga cup/turnamen kemonceran striker lebih mengukuhkan, walau konsistensi keseluruhan menjimbit juga kudu dipertimbangkan.

Tatkala memprediksi kemenangan Belanda 3-0 atas Nusantara saya menggulung hati nurani. Secara subjektif aku membela Nusantara tentunya. Namun, saat menggunakan kacamata bercap objektivitas, kita semua tepat setuju jika Belanda rumpang di atas Indonesia. Dulu mengapa bukan memprediksi skor akhir yang lebih transparan? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat sedangkan Indonesia akan bermain maksimum gairah, oleh karena itu akan bisa mereduksi pertikaian kualitas. Menjadi, skor tipis atau buntal bisa selalu diprediksi secara sound logic -- namun kebenaran skor akhir yang spesifik, yaitu 3-0, ialah keberuntungan semata.

Tips antisipasi 3: Hindari membela 1 buah tim saat membuat prediksi. Kita mahir selalu berpikir tim kesayangan kita unggul, tapi ketika membuat bayangan tentu mantik harus diutamakan di buat fanatisme menawan hati.

Saya tersenyum saat mengatakan di satu buah media peluang tentang persamaan-persamaan final Perhubungan Champions tahun ini beserta tahun 1997 saat Dortmund menjadi unggul terakhir bengawan. Banyak pembaca saya serius terpancing untuk memprediksi kemajuan Dortmund berdasarkan fakta-fakta tersebut. Mereka meleng bahwa fakta-fakta tersebut memikat dan benar2 benar memilikinya, namun bukan memiliki kolerasi apapun secara pertandingan pucuk Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah fenomena dengan fakta yang lain merupakan salah satu kaca dari sekian banyak siasat fallacy of logic.

Trik prediksi 4: Jangan terperosok para pewarta yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang karakternya sebatas entertainment (menarik), tapi dijual seakan akan gesit menjadi lingkungan membuat satu buah prediksi festival.

Dalam vokal yang sama statistik pertandingan sempang Dortmund vs Bayern pula dimunculkan sampai bertahun-tahun ke belakang. Karena histori statistik Dortmund memang semarak saat menggulung Bayern, besar yang kemudian menilai BVB akan dapat mengalahkan Bayern di final Eropa. Sesuatu ini mengecoh. Mengapa? Sebab statistik zaman "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan masa kini. Statistik dahulu musim pun tidak sanggup dengan sama sekali menjadi tonggak. Perkembangan ke-2 tim mulai pertemuan buncit perlu dipertimbangkan.

Tips antisipasi 5: Gunakan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Anda pada statistik pertandingan rumpang kedua menjulang yang paling dekat beserta saat ini. Selain itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan performa permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) ke-2 tim secara keseluruhan (melawan siapa saja), untuk masa akhir-akhir ini pula.

Karena dugaan saya kadang kala saya munculkan di twitter (@coachtimo), banyak pihak memohon saya menenung berbagai festival lainnya. Lazimnya saya abaikan atau beta tolak beserta alasan luka paham hal kekuatan kedua tim. Kausa saya ini senafas beserta tips dugaan berikut.

Tips prediksi 6: Jangan bertahu-tahu. Hindari mencoba-coba membuat antisipasi tanpa dilatar belakangi petunjuk dan pesiaran yang bagus mengenai menjimbit atau persatuan tersebut. Pada waktu bukan pakarnya English Premiere League, contohnya, hindari menghasilkan prediksi tentang MU vs Chelsea. Kalian mustahil jadi pakar tentang semua perkongsian yang ada. Akui sekadar.

Tips antisipasi 7: Aku juga tidak seharusnya menjangka setiap festival. Ada waktunya pertandingan luar biasa sulit diprediksi. Analisa Anda deadlock. Prosentase kemenangan untuk kedua menjulang menurut Engkau 50-50. Bahwa sudah amat tahan diri, hindari mengempa diri menciptakan prediksi. sumber Dengan demikian prosentase kejituan bayangan anda mau meningkat.

Sedang banyak saran lainnya yang bisa serta patut dipakai dalam menghasilkan sebuah prediksi yang berkelas. Karena keterbatasan tempat aku berhenti cukup di sini dulu.

Ingat: 1 buah prediksi yang berkelas gak melulu ditentukan oleh kesahan prediksi itu. Sebuah bayangan yang berkelas, baik resmi maupun khilaf, seharusnya dinilai dari reason atau poin analisa yang ada pada belakangnya.

Comments


Free website powered by Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!